Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh
Alhamdulillahi Robbil 'Alamin
semoga kisah ini menjadi suri tauladan bagi kita semua.
kali ini M. Alfi Prasetiyo akan mengangkat kisah anak sholeh yang berbakti kepada ibunya.
inilah kisahnya:
Al-Baghawi menceritakan kepada
peserta pengajiannya, di kalangan
Bani Israil ada seorang lelaki yang
saleh, Ia punya seorang anak kecil
dan seekor anak lembu.
Menjelang hari kematiannya, lelaki itu melepaskan anak lembu tersebut di suatu hutan seraya berdoa.
"Wahai Tuhanku, aku menitipkan
anak lembu ini untuk anakku
sampai ia besar"
Doa lelaki ini dikabulkan oleh Allah SWT. Setelah ia meninggal dunia, anak lembu itu tidak pernah keluar hutan dan selalu menyembunyikan diri agar tidak terlihat orang lain.
Setelah anak itu dewasa, ia
membaktikan diri pada ibunya. Ia
berkerja mencari kayu bayar untuk
kemudian dijual di pasar. Hasil
jerih-payahnya itu dibagi tiga, satu
bagian untuk sedekah, satu bagian
untuk makan, dan yang terakhir untuk ibunya.
Ia pun membagi waktu malamnya menjadi tiga, sepertiga malan untuk beribadah, sepertiga lagi untuk tidur, dan sepertiga lagi untuk menunggui ibunya.
Suatu hari ibunya mengatakan,
"Sesungguhnya ayahmu
meninggalkan anak lembu
untukmu yang dilepaskan di suatu
hutan. Carilah lembu itu sambil
berdoa kepada Tuhannya Nabi
Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishaq,
dan Nabi Ya''qub supaya Dia
mengembalikan anak lembu itu
kepadamu.
Pergilah anak muda itu ke hutan,
dan menemukan lembu yang
dimaksud.
Lalu ia berkata, "Demi
TUhan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail,
Nabi Ishaq, dan Nabi Ya''qub,
tenanglah engkau di situ."
Lembu yang menghampiri anak
muda itu dan berkata, "Hai anak
muda yang bakti pada ibunya,"
tegur lembu tersebut. "Naikilah
aku supaya ringan bagimu.
" Anak
berkata, "Sesungguhnya ibuku
tidak memerintahkan aku
menaikimu, tetapi membawamu
pulang."
"Demi tuhannya Bani Israil,"
sumpah lembu tersebut, "Jika
engkau menaikiku (berarti tidak
mematuhi perintah ibunya),
sesungguhnya engkau tidak akan
dapat menguasaiku selamanya.
Maka berjalanlah engkau, karena
sesungguhnya andaikan engkau
memerintahkan sebuah gunung
berjalan sendiri untuk engkau
naiki, niscaya gunung itu akan
menurut semata-mata baktimu
kepada ibumu."
Sesampai di rumah, ibunya
berkata, "Anakku engkau adalah
orang fakir. Tidak punya harta,
berpaya-payah mencari kayu bakar.
Untuk itu juallah lembu ini."
Ibunya menyuruh anak itu menjual lembu itu ke pasar dengan harga tiga dinar.
Maka pergilah anak itu ke pasar.
Lalu Allah mengutus seorang
malaikat untuk memperlihatkan
kekuasan-Nya dan memberitahukan bakti anak muda itu terhadap ibunya kepada makhluknya.
"Berapa dinar engkau jual lembu
ini", tanya malaikat itu.
"Tiga dinar, dan aku mengadakan
perjanjian kepadamu dengan
keridhaan ibuku, "Jawab anak muda itu.
"ambillah enam dinar ini, dan
usahlah engkau meminta
persetujuan ibumu", bujuk malaikat itu.
"Bahkan andai engkau memberiku
emas seberat lembu ini, takkan
kuterima kecuali dengan keridhaan ibuku".
Anak muda itu pulang kerumah,
dan menyampaikan bahwa lembu
mereka ditawar enam dinar.
"Kembalilah engkau ke pasar, dan
juallah lembu itu dengan enam
dinar atas keridhaanku," perintah
ibunya.
Anak muda itu pun kembali ke pasar.
"Sudahkah engkau minta
persetujuan ibumu?" Tanya malaikat yang tadi.
"Ibuku memerintahkan aku agar
menjual lembu ini tidak kurang dari enam dinar", kata si pemuda.
"Aku akan memberimu 12 dinar,
tak usahlah kamu meminta
persetujuan ibumu," bujuk
malaikat itu lagi.
Pemuda itu kembali lagi kepada
ibunya dan memberitahukan
mengenai tawaran ini.
Sang ibu berkata, "Sesungguhnya orang yang datang kepadamu itu adalah malaikat. Ia menjelma dalam bentuk manusia untuk mengujimu. Untuk itu jika ia kembali kepadamu, tanyakanlah: apakah engkau mengizinkan aku menjual lembu ini atau tidak?"
Pemuda itu melaksanakan segala
perintah ibunya.
Akhirnya malaikat tersebut mengatakan, "Pulanglah
engkau dan katakanlah pada
ibumu agar merawat lembu ini
baik-baik. Kelak Musa bin ''Imran
akan membeli lembu darimu,
karena ada seseorang yang mati
terbunuh dari kaum Bani Isroil Untuk itu jangan engkau jual, kecuali dengan uang dinar seberat
lembumu itu."
Pemuda itu pulang dan merawat
lembunya baik-baik. Tak lama
kemudian Allah SWT mentakdirkan
Bani Israil supaya menyembelih
seekor lembu*. Lalu mereka
berkali-kali meminta supaya Nabi
Musa a.s. menerangkan sifat-sifat
lembu yang akan disembelihnya.
Sehingga akhirnya lembu anak
muda itulah yang memenuhi
syarat. Dan itu semua terjadi
semata-mata karena amal bakti
anak muda itu kepada ibunya.
*Lembu yang dimaksudkan sebagai perantara untuk mencari siapa pelaku pembunuhan di kalangan kaum Bani Israil.
Kisah ini diterangkan dalam Al Quran surah Al-Baqarah ayat 67-73.
Cerita ini disarikan dari bagian
buku : Ridho Allah tergantung
Ridho Orang Tua. Syamsul Rijal
Hamid. Penerbit Cahaya Salam
Baca juga ini:
» Kisah Keteladanan Dan Kejujuran Syech Abdul Qadir Al Jaelani Q.S.
» Kisah Anak Yang Sholeh
Terima kasih semoga besar manfaatnya.
No comments:
Post a Comment
( Berkomentarlah untuk membangun dan menambah rasa kasih sayangku terhadap Aden Alfi )