3/27/14

Kisah Anak Yang Sholeh

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

Alhamdulillahi Robbil 'Alamiin.
Semoga kisah ini bisa menjadi contoh dalam merawat, mengasuh dan mendidik anak dengan penuh keikhlasan.

inilah kisahnya:

Seorang ayah ingin mengajarkan
kepada anaknya sejak dini yang baru duduk dikelas 3 SD untuk mengatur uang jajannya.
Sang anak diberi uang Rp 30.000
perminggu (termasuk ongkos ojek).
Biasanya uang tersebut diberikan
sang ayah sehari sebelum anaknya
masuk sekolah.

Pada minggu pagi mereka berdua
hendak jalan-jalan ke kota untuk
menikmati liburan. Sebelum
berangkat, tak lupa sang ayah
memberikan uang jajan mingguan
anaknya dengan tiga lembar uang
Rp 10.000. Dan uang tersebut
disimpan rapi dalam saku celananya.

Ditengah keasikan sang ayah dan
anaknya menikmati hari libur
mereka, tiba-tiba keduanya
dikejutkan dengan kedatangan
seorang kakek pengemis yang telah tua renta sambil memelas.
Tak tega melihat sang kakek tua
memelas, sang anak dengan sigap
langsung mengeluarkan 3 lembar
uang 10.000,- dari saku celana dan
diberikan seluruhnya.
Kontan saja kakek pengemis ini
terlihat sangat senang seraya
mengucapkan rasa syukur dan
terimakasih yang tak terkira kepada sang anak dan ayahnya
ini.

Setelah si kakek tua berlalu,
kemudian sang ayah bertanya;

“Sayang, kenapa kamu berikan
semua uangmu untuk kakek itu?
Bukankah satu lembar saja sudah
cukup untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya hingga nanti malam?”

“Ayah..kalau kakek tua itu ikhlas
menerima yang sedikit maka aku
ikhlas untuk memberikan yang lebih besar!”

Jawab anaknya dengan wajah
tersenyum..

“DEG!!!” Hati sang ayah langsung
tersentak kaget mendengar jawaban tersebut.

“Nah, terus uang jajanmu untuk
seminggu ke depan bagaimana?”

Tanya sang ayah mencoba menguji.

“Kan aku masih punya ayah dan Ibu!
Tidak seperti kakek tua itu yang
mungkin hanya hidup sebatangkara di dunia ini.” Balas anaknya.

“Kenapa kamu begitu yakin kalo ayah dan Ibu akan mengganti uang
jajanmu?
Ayah nggak janji loh?” Kembali sang ayah mengujinya.

“Kalo ayah merasa bahwa aku adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada ayah dan Ibu, maka aku sangat yakin ayah dan Ibu tak akan membiarkan aku kelaparan seperti kakek tua itu..” Jawab sang anak mantap.

Seakan sang ayah tak percaya
dengan jawaban dari putranya
hingga ia kehabisan kata-kata. Ia tak menyangka jawaban seperti itu
keluar dari seorang bocah kelas 3
SD. Ia seperti sedang berhadapan
dengan seorang ulama besar dan ia tak bernilai apa-apa ketika berada dihadapannya.

Lalu ia berjongkok dan memegang
kedua pundak anaknya..

“Sayang…ayah dan Ibu janji akan
selalu menjaga dan merawatmu
hingga Allah tetapkan batas umur
ini. Ayah sangat sayang padamu..”

Sambil kedua matanya berkaca-kaca seolah tak kuat menahan haru. Sambil memegang kedua pipi ayahnya,sang anak membalas,

“Ayah tak perlu berkata seperti itu. Sejak dulu aku sudah tahu bahwa ayah dan Ibu sangat mencintai dan menyayangiku. Kelak jika aku sudah dewasa aku akan selalu menjaga ayah dan Ibu, dan aku tidak akan membiarkan ayah dan Ibu hidup dijalan seperti kakek tua itu…”

Dan airmata sang ayahpun tak
terbendung mendengar jawaban
tulus dari anaknya. Dipeluklah
tubuh mungil itu dengan sangat
erat. Dan kedua larut dalam haru
dan kasih sayang.

Anak ibarat kertas putih yang kita
bisa tulis apa saja.

Mari kita berdo’a agar anak
keturunan kita menjadi anak yg Soleh/solehah.

Peduli pada sesama, dan ikhlas
berbagi. Dan sesungguhnya itu bisa kita mulai dari diri kita dulu…
Pedulilah pada sesama, ikhlaslah
berbagi…. InsyaAllah anak kita pun akan demikian….
InsyaAllah..



Baca juga ini:

» Kisah Keteladanan Dan Kejujuran Syech Abdul Qadir Al Jaelani Q.S
»
Kisah Anak Yang Sholeh Yang Berbakti Pada Ibunya

Terima kasih semoga besar manfaatnya.

No comments:

Post a Comment

( Berkomentarlah untuk membangun dan menambah rasa kasih sayangku terhadap Aden Alfi )